KERJA ITU BUAT APA?

August 22, 2020
Awan Rimbawan

KERJA ITU BUAT APA?

Pertanyaan itu sering menghampiri diriku dari dulu.

Sejak aku kerja di Bali, di Aceh, di Jakarta….
Bahkan waktu aku belajar di Belanda, London dan Kuala Lumpur pun pertanyaan ini menghampiri dalam bentuk yg lain…ngapain sih aku ngerjain ini di sini?

Pada dasarnya…semua orang bekerja.

Mau dipanggil sebagai investor, dia juga sebenarnya bekerja.

Bekerja buat milih2 perusahaan mana yg prospeknya bagus, bekerja menganalisa laporan keuangan, bekerja untuk menganalisa profil orang2 yg ada dalam sebuah bisnis… dan lain sebagainya.

Mau dibilang pengusaha, dia juga sebenarnya bekerja.

Bekerja buat mencari modal. Bekerja buat membangun tim. Bekerja untuk mempresentasikan hasil untung/rugi usahanya kepada investor. dlsb.

Jadi semua orang itu bekerja.

Bahkan semua orang adalah karyawan.

Karena karyawan itu = karya-wan.
Orang yang berkarya.

Apa karya mu di dalam pekerjaan?

Itu yg seharusnya kita tanyakan kepada diri kita masing2.

Di dalam tim ada bagian2nya.

Bagian advertising, karyanya adalah mendapatkan leads yg banyak, murah dan tertarget.

Bagian CS, karyanya adalah meningkatkan konversi penjualan, memuaskan pelanggan. Karena pelanggan yang puas akan kembali lagi dan lagi.

Lalu buat apa kita berkarya?
Buat apa kita bekerja?

1. Yang paling umum adalah bekerja itu untuk mendapatkan uang.

Hal ini tidak salah.
Karena kita perlu uang untuk membiayai hidup kita.
Biar kita tidak kelaparan.
Biar kita bisa menjaga kehormatan diri, keluarga bahkan agama… sehingga tidak mengemis dan meminta2.

Namun kalau berhenti di sini, sangat sayang.

Karena ada hal2 lain yg bisa dicapai dengan bekerja dan berkarya.

Yaitu next levelnya adalah:

2. Bekerja untuk mendapatkan mimpi

Ada orang yg bekerja di bidang yg tidak dia sukai.

Tidak menjadi masalah.

Karena nanti waktunya bisa dibagi.

Dia tidak perlu lagi pusing memikirkan uang.

Sehingga ada waktu2 senggang yg dia tidak perlu diisi dengan kekhawatiran bakal makan dari mana.

Waktu senggang itu bisa dieksplorasi untuk mimpi2 yg dia ingin capai.

Ada yang punya keinginan untuk jadi penulis.

Menulislah di waktu senggang.

Ada yg punya keinginan untuk membuat yayasan yg bermanfaat jadi orang banyak.

Bantulah orang lain di waktu senggang.

Ada yg punya keinginan untuk belajar lagi di bidang yg dia sukai.

Ambil lah training2 atau pendidikan di bidang2 yg disukai.

Ada yg punya keinginan untuk punya usaha sendiri.

Di waktu senggang eksplorasi peluang2 yg ada di perusahaan tempatmu bekerja.

Apa yg kurang? coba cari cara buat memenuhinya.
Coba pikirkan sebuah karya buat memenuhinya.

Bentuk tim baru, tambahkan dan kembangkan.
Nanti tim yang berkembang ini sangat berpotensi menjadi perusahaan2 baru.

Jadikan pekerjaanmu sekarang, sebagai komponen untuk mendukung mimpi2mu. Apapun itu.

Aku punya mimpi untuk bisa merealisasikan 1000 mimpi orang2 yg ada di dalamnya. Firli Group bagiku adalah tempat mewujudkannya.

Tapi jangan berhenti di sini…

Karena kalau berhenti di sini maka akan sangat rugi.

Level yg lebih tinggi lagi adalah:

3. Bekerjalah untuk mendapatkan mimpi dunia dan lebih penting lagi… mimpi di akhirat.

Karena kalau terbatas di mimpi dunia, maka akan sangat rugi.

Setelah dunia yg sebentar ini ada akhirat yang abadi.

Orang yg beruntung adalah orang yang menjadikan dunia nya sebagai bekal di akhirat.

Jadi sangat penting untuk mengevaluasi secara berkala setiap mimpi dunia yg ingin kita capai…

Apakah memiliki kriteria 3B ?
a. Baik untuk diriku ? (kebutuhan saat ini dan masa depan)
b. Baik untuk orang lain ? (keluarga, sosial, rekan satu tim)
d. Baik menurut Allah ? (ridho Nya adalah sebaik2nya ridho)

Kalau tidak terpenuhi tiga kriteria di atas… jangan dilakukan.

Karena kalau dilakukan pasti akan membawa keburukan.

Contohnya…
Mimpi ingin punya mobil.
Tetapi waktu dihabiskan untuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk menjaga hubungan keluarga.
Baik buat diri, tapi tidak baik buat orang lain.
Nanti mobilnya didapat, tapi hubungan keluarga berantakan.
Percuma, sengsara.
Apalagi kalau mobilnya gak dapat, keluarga juga hilang. Sengsara dua kali.

Contoh yg lain…
Terlalu fokus ingin mendapatkan keuntungan.
Kemudian menggunakan fasilitas kantor untuk berjualan barang sendiri.
Padahal fasilitas kantor itu ada hak2 anggota tim yg lain.
Pasti nanti akan menimbulkan ketidak percayaan.
Akan dikenal sebagai orang yg tidak amanah.
Sehingga akan menyulitkan langkah ke depan.
Membawa kehancuran untuk masa depan diri sendiri.

Contoh ketiga…
Mimpi ingin jadi orang kaya.
Tapi melupakan pembentukan wadah spiritual.
Melupakan latihan2 untuk mendekatkan diri dengan Allah.
Maka kalaupun jadi orang kaya, dijamin pasti kekayaannya akan membawa kerusakan untuk diri, keluarga dan orang2 sekitarnya.
Bisa2 dugem tiap hari, gonta ganti pasangan akhirnya kena penyakit aids, atau narkoba terus dipenjara. Menghancurkan kehormatan diri dan keluarga.
Contohnya sangat banyak, tinggal buka saja berita2 tentang selebritis.

Maka mimpi kita pun harus kita panjangkan.
Jauh melewati batas kematian kita.
Karena setelah kematian ada kehidupan yang lebih panjang, dan abadi.
Akhirat.

Orang yg beruntung adalah yang menjadikan mimpi dunia adalah sebuah pijakan untuk mimpi akhirat.

Selalu tanyakan apakah hal ini baik menurut Allah ?

Ketika kita bermalas2an untuk bekerja dan berkarya…tanyakan apakah untuk ini aku diciptakan Allah?
Guling2 di tempat tidur, rebah2an dan socmed-an sepanjang hari?
Bahkan semut di pinggir tempat tidur pun memenuhi hakikat ciptaannya kepada Allah…

Selalu ajukan ketika kita bermimpi, Apakah dengan mimpi ini aku akan mendapatkan ridho Allah?

Maka sangat penting untuk bersikap sensitif kepada Allah…
Sering2 sapa Allah…
Sering2 tanyakan dalam momen berdua sama Allah…apakah mimpi ini keinginan Allah, ataukah sekedar keinginan nafsuku?

Tulisan ini adalah sebuah pengingat diri sendiri.
Karena pada dasarnya semua orang adalah pekerja.
Karya-wan.
Pengusaha.

Bedanya adalah…
Untuk apa seseorang bekerja?
Untuk mendapatkan apa seseorang berkarya ?
Apakah dia itu pengusaha dunia, ataukah pengusaha surga yg sedang mengusahakan ridho Allah akan dirinya?

Kalau kita bisa saling mengingatkan tentang hal ini. Sepertinya hidup kita akan bisa tenang, damai dan penuh keindahan. Damai di dunia, damai di akhirat.

Fi dunnya hasanah, wa fil akhirati hasanah…

Salam,
Awan…
pekerja…
karya-wan…
pelayan kehidupan…

Facebook Comments