Freelance = Ksatria Bebas

July 28, 2012
Awan Rimbawan

Coba perhatikan gambar di atas.

Gambar seorang ksatria yang berperang membela sang raja.

Ketika memenangkan sebuah peperangan, ksatria itu akan mendapatkan berbagai macam hadiah dari sang raja.

Mungkin dia akan mendapat emas, mungkin dia akan mendapat tanah.

Mungkin suatu saat dia akan menjadi kaya raya, dan memulai sebuah kerajaan baru.

Tetapi bagaimana dia bisa memenangkan peperangan?

Bagaimana dia bisa merealisasikan takdirnya?

Dari seorang anak muda kebanyakan, dan kemudian menjadi ksatria terhormat hingga akhirnya menjadi seorang raja?

Every expert start as a beginner.

Anak muda itu, memulai belajar ilmu perang sedikit demi sedikit.

Kemudian keahliannya digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan-permasalahan sang raja.

Freelance berasal dari 2 kata: Free dan Lance.

Free adalah bebas, Lance adalah tombak.

Pada jaman dahulu raja-raja membayar para “tombak bebas” untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mereka temui.

Karena kemampuannya menyelesaikan masalah, para “tombak bebas” ini bisa menentukan raja mana yang akan mereka bantu dalam sebuah peperangan.

Mereka tidak terikat oleh seorang raja.

Di jaman sekarang, Freelancer tidak menggunakan tombak. Mereka menggunakan WordPress, PHP, Photoshop, Nikon, Java, Ruby on Rails, T-SQL, Microsoft Word, Excel, SEO dan berbagai senjata lainnya.

Namun ada esensi yang sama dari dulu sampai sekarang:

Freelance adalah mereka yang mau berusaha mempelajari skill yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah.

Yang menempatkan kebebasan di atas keamanan.

Yang mau bersusah payah belajar suatu ilmu dan melatihnya untuk bisa melayani.

Yang mau mencari tahu permasalahan yang banyak dihadapi, dan kemudian mencari cara bagaimana menyelesaikannya.

Pertanyaannya, maukah Anda belajar skill baru untuk bisa memecahkan masalah yang dihadapi oleh client ?

For Freelancer, making money is simply the art of solving clients problem.

Senjata apa yang Anda pilih untuk membantu client memecahkan masalah mereka?

 

** Catatan menunggu buka puasa maghrib jam 10 malam di Arnhem. Tiap hari 17 jam puasa, mantap juga rasanya. Teteuph Ceumunguudh! ^_^

Facebook Comments