Dosa dan Tahajud

October 15, 2017
Awan Rimbawan

DOSA DAN TAHAJUD

Assalamualaikum men temen…

Pengen cerita sedikit tentang kondisi tadi malam. Berkaitan dengan analisa mengapa itu bisa terjadi.

Tadi malem aku coba pakai 2 teknik. Yang pertama minum air dari om Matori dan juga foto ember alarmy.

Sebelum tidur, aku minum air putih 4 gelas.

Dengan harapan kebangun biar bisa ke belakang.

Nah bener aja bisa bangun jam setengah 2.

Tp sampe kamar mandi, setelah menyelesaikan hajat engga sekalian wudlu tp balik lagi ke kasur.

“bentar baring2 dulu deh… masih setengah 2”, pikirku.

Trus jam 2 nya kebangun karena dibangunin sama istri.

Alarmy bunyi, dan ga berhenti sebelum foto ember merah di kamar mandi.

Ya udah deh jalan ke kamar mandi, foto ember.

Engga sekalian wudlu… balik lagi ke kasur.

Bangun2 udah denger qomat subuh. Bahkan adzan aja ga kedengeran…

Akhirnya reset lagi.

Nah dari experience yang aku alamin, aku coba instrospeksi dan mempelajari kenapa hal ini bisa terjadi.

Setelah dilihat-lihat Ini persis sama sepertii waktu awal2 aku bentuk group ini.

Jadi ketika aku membentuk group ini, kondisinya bukan karena aku udah bisa rajin tahajud secara konsisten.

Tetapi justru karena engga berhasil2 untuk melakukan tahajud.

Karena frustrasi gak bisa2, setelah lama nyobain sendirian ga berhasil2…akhirnya ga ada jalan lain… selain ngajakin orang lain, walaupun diri sendiri belum bener. Harapannya akan bisa saling mengingatkan dan menyemangati untuk bisa melaksanakan tahajud. Alhamdulillah rekor berturut2nya #38 walaupun belum sampai #90. Alhamdulillah begitu ga tahajud semalam, langsung disambung lagi dengan malam berikutnya engga perlu nunggu berminggu-minggu atau berbulan-bulan kemudian baru mulai lagi.

Tapi itu merupakan lompatan besar, karena waktu group ini dimulai, aku selalu kelewatan. Bukan hanya tahajud, tetapi juga subuh.

Subuhnya selalu bernuansa dluha…Astaghfirullah…

Waktu itu segala teknik sudah dicoba, segala tips sudah dilaksanakan tetap engga bisa.

Ternyata yang memberatkan aku untuk tahajud walaupun sudah berulang kali bisa bangun adalah: dosa

Dosa adalah pemberat aku melakukan tahajud.

Jadi walaupun sudah bangun, tetap mode otomatisnya adalah matiin beker dan tidur lagi.

Setelah aku browsing2, dengerin ceramah2 di youtube maupun dengerin pengajian secara langsung…, dosa ini punya dua sisi.

Yang pertama sisi psikologis dan kedua sisi spritual.

Sisi psikologis dari melakukan dosa adalah diikuti dengan rasa bersalah.

Rasa bersalah itu bisa menghalangi untuk melakukan ibadah2 yg lain.

Ada pikiran gini: “ah kamu munafik banget… habis melakukan dosa trus ibadah…”

“Udah lah, ga usah…”

“Masak habis melakukan dosa trus sholat, gak malu apa sama dosa2 yg kamu lakukan tadi?”

Akhirnya ibadah2 yg lain pun tidak dilakukan.

Bayangkan saja, ketika kondisi sadar 100% saja untuk melakukan ibadah saja berat dengan pikiran seperti itu.

Apalagi kondisi belum sadar 100% misalnya seperti bangun tidur.

Padahal pikiran2 itu berasal dari bisikan2 setan untuk menghalangi orang2 beribadah lebih banyak lagi.

Justru yang seharusnya dilakukan setelah berbuat dosa adalah bertaubat, ibadahnya ditambah, berbuat baiknya juga ditambah.

Bahkan ketika dosa itu sudah menjadi habit, jangan pernah berhenti untuk bertaubat dan jangan berhenti untuk menambah ibadah.

Jangn berhenti untuk meminta ampunan, meminta perlindungan dan terus menambah ibadah serta berbuat kebaikan.

Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ

“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”( HR. Muslim no. 2758). An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.

Lebih lanjut dari sisi psikologis… setiap dosa itu punya trigger.

Trigger ini bisa berkaitan dengan 5 panca indera: apa yg dilihat, didengar, dicium atau disentuh.

Trigger ini bisa juga berkaitan dengan situasi.

Nah untuk menghindar dari dosa2 yang sudah sering dilakukan, pertama2 adalah mengidentifikasi trigger2 ini.

Waktu melakukan dosa, sebelum nya ngapain, situasinya gimana.

Misal dosa orang yang kecanduan alkohol… trigger nya apa? melihat film action dan di salah sastu adegannya ada orang yg minum2an keras sambil ngumpul sama teman2nya… dll.

Lalu dia tertrigger untuk minum2 dan melakukan hal2 yang lebih berdosa lagi.

Nah trigger2 ini setelah diidentifikasi, maka harus dihindari atau diubah.

Apa yang dilihat mata, apa yang didengar, apa yang dicium, kondisi2 yang memungkinkan untuk berbuat dosa…

Semua trigger, setelah di identifikasi…harus dihindari…

Nah temen2… tulisan ini sebenarnya sebagai pengingat buat diriku sendiri.

Tujuannya agar terus mengurangi dosa, menambah ibadah serta berbuat kebaikan.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 9 =