Communication Workshop – Mustofa Romdloni (MR)

April 28, 2018
Awan Rimbawan
TDA

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperjalanan…

Ada yg udah pernah membaca buku biografi Warren Buffet yg judulnya The Snowball Effect?

Disana diceritakan bahwa menurut Buffet… investasi yang paling baik adalah yang tidak dikenakan pajak dan tidak bisa dikalahkan oleh inflasi.

Investasi tersebut adalah: investasi leher ke atas.

“Nobody can take away what you’ve got in yourself, and everybody has potential they haven’t used yet”

Yang mengejutkan, menurut dia investasi terbaik yang pernah dia ambil bukanlah saham perusahaan.
Tetapi mengambil sebuah kursus public speaking dari Dale Carnegie.

Dale Carnegie sendiri terkenal dengan buku klasik yg jadi best seller selama berpuluh2 tahun: How to Win Friends and Influence People.

Konon sebelum mengambil kursus itu, Warren Buffet sangat ketakutan ketika berbicara di hadapan orang banyak.
Bahkan dia bisa tiba2 sakit secara fisik saat harus maju ke atas podium.

Namun Warren Buffet muda sangat bertekad untuk memperbaiki kemampuan komunikasinya.
Karena selain berguna untuk mengkomunikasikan peluang2 investasi kepada orang2 berduit, sekaligus juga sangat berguna untuk memenangkan pujaan hatinya: Susan Thompson.

“You can exponentially increase your potential and enhancing your talents by simply being able to communicate better” kata Warren Buffet.

Biaya kursus public speaking seharga $100 menghasilkan ROI berjuta2 kali lipat dan mengantarkan Warren Buffet menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Saya sebenarnya sudah lama mencari sosok Warren Buffet di TDA.

Sosok yang aktif menciptakan bisnis dan juga sudah masuk ke dalam aktifitas jual beli bisnis.

Sosok ini saya temukan dalam diri Pak MR.

Pertemuan pertama saya dengan beliau di cafe De Tuik Bandung. Waktu itu beliau masih menjabat menjadi Presiden TDA 4.0

Gaya bicaranya santai dan penuh humor, membungkus materi yang berat menjadi ringan dan mudah dicerna.

Setelah pemaparan materi, saya mengajukan sebuah pertanyaan pada beliau…
“Setelah 8 tahun berjuang di level usaha kecil, bagaimana kok Bapak tiba2 bisa melompat ke kelas korporasi?”

Namun sayangnya jawaban beliau pada saat itu belum bisa ditangkap oleh keterbatasan wawasan saya.
Apalagi waktu yang tersedia cuman sebentar, membuat saya tidak bisa mengorek lebih jauh lagi.

Sehingga February yang lalu, ketika ada kesempatan workshop 8WS di bekasi yang diisi oleh beliau sayapun nekat ikut.
Walaupun topiknya masih jauh dari kelas bisnis saya saat ini: “Bagaimana Membuat Valuasi Perusahaan dan Menjualnya Dengan Harga Tinggi”

Di workshop itu mata ane terbuka… bahwa menjual perusahaan itu punya margin yang guedeeee banget.
Tapi lagi2… ane mesih belum ngerti… gimana caranya bisa kayak gitu.
Apa yang harus dilatih di dalam diri ane… dari yg kelas ecek-ecek gini… sehingga bisa naik kelas seperti itu.

Qodarullah beberapa waktu lalu TDA Bandung mengadakan Wisata Bisnis ke TDA Bekasi.
Di mana salah satu kunjungannya adalah ke kantor MR Corp.
Di pertemuan ketiga itulah missing puzzle nya ketemu.

Pada saat itu, beliau bercerita… bagaimana 8 tahun bermacam2 bisnis dibuka… hampir semuanya ditutup.
Mulai dari kursusan, MLM, limbah pabrik, dlsb.
Barisan para mantan kata beliau, mantan bisnis ๐Ÿ˜€

Ternyata di pertemuan ketiga lah saya baru “ngeh”… bahwa rahasia lompatan beliau adalah: skill komunikasi.
8 tahun adalah proses penggodokan skill komunikasi.
Skill yg bertanggung jawab melontarkan bisnisnya dari skala kecil ke skala korporasi dengan kontrak milyaran rupiah perhari.

Beliau membeberkan bahwa skill komunikasi adalah seni agar orang suka dengan kita, percaya, untuk kemudian bersedia mengikuti kemauan kita.

Bisnis di tengah2 banyak sisi dan kerumitan, ternyata fondasi dasarnya adalah komunikasi.
Komunikasi dengan partner agar mau “menyumbangkan” resourcenya.
Komunikasi dengan karyawan agar “rela” melaksanakan tugas2 mereka.
Komunikasi dengan supplier, agar “dengan senang hati” memprioritaskan barang berkualitas sambil dibayar tempo pula ๐Ÿ˜€
Komunikasi dengan customer agar mampu “menceritakan value” sehingga beli sekali kemudian membeli lagi, lagi dan lagi.

Namun sayangnya2… lagi2 waktu yg membatasi paparan pada saat itu.
“Ini kalau diceritakan bisa panjang mas, butuh waktu seharian” imbuh beliau.

Tanpa pikir panjang langsung aja kita todong:
“Kalau begitu kapan ada waktu kosong, sehingga bisa sharing lebih panjang lagi di Bandung Pak?”

Nah beruntung… besok Sabtu tanggal 28 April beliau ada waktu kosong untuk membedah skill komunikasi ini.

Nanti akan dibahas:
– Skill komunikasi seperti apa sih yg bisa membuat seseorang naik kelas dari skala kecil ke skala korporasi dengan kontrak milyaran per bulan?
– Skill komunikasi seperti apa sih yg bisa membuat “orang baru” di sebuah komunitas kemudian diamanahi sebuah kegiatan besar… yang kemudian terlaksana sukses dengan profit berlipat-lipat pula…?
– Skill komunikasi seperti apa sih yg bisa bikin seseorang bisa menciptakan perusahaan yang ketika dijual bikin perusahaan lain berebutan pengen membeli?

Jadi buat yang tertarik untuk naik kelas dengan membedah skill komunikasi beliau, yuk gabung pada:
ยป Sabtu, 28 April 2018
ยป 09.00-16.00
ยป Tebu Hotel, Jl. L.L.R.E Martadinata No. 62 Bandung

Tempat terbatas ya, kelas dibikin format workshop biar efektif supaya materi dagingnya diserap dengan baik.
Kursi hanya tersedia 12 seat lagi. Gak tahu sampai kapan.

Segera klik di sini untuk mengamankan seat Anda: bit.ly/8wscommunication
atau kontak @jargus

PS:
Kadang kita sering cari yang jauh, padahal ada yang dekat.
Kadang kita sering cari di luar, padahal jawabannya ada di dalam.
Kadang kita sering menunda-nunda, padahal tau bahwa solusinya adalah take action.
Kadang sering kita cari cara2 yang canggih, tp lupa bahwa kita punya senjata ampuh dalam diri yg belum di olah.

Karena Guru hanya akan datang jika murid telah siap.

Salam,
Pelayan di Div. EPIK TDA Bandung
Awan Rimbawan

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 8 =