Avoiding Pain – Seeking Pleasures

June 16, 2017
Awan Rimbawan

Wah kemaren seru banget…ikutan acaranya sosialnya TDA Bandung di Gunung Kasur, Desa Cipanjalu.
Ada pembagian paket lebaran buat warga, paket buat anak2, bukber, pengajian dan malemnya bakar jagung sambil ngopi2 ditemani api unggun dan bintang2. Rasanya antara kombinasi acara sosial, piknik keluarga, muhasabah alam plus networking bisnis… 😀

Entah kenapa, acara komunitas bisnis yang satu ini selalu berkesan…selalu berasa kayak piknik keluarga. Dimana istri dan anak bisa ikutan gabung…main sama anak2 yg lain…sementara ngobrol bisnis dan tukar ilmunya tetep jalan.

Pulang nyampe rumah jam 12 malam.
Ngobrol2 bareng sama istri tercinta sebentar, trus tidur 00.30

Wah bisa2… ga bangun sahur nih… wah… baru juga reset 90days tahajud setelah bolong hari ke #22 kemarin…
masak iya bolong lagi…

Apalagi waktu di Gn Kasur sempet mendengarkan tausiyah dari ust Dian Arief yang juga pengusaha konveksi beromset mencengangkan (jomblo pula)
Alasan banyak kegiatan dan badan capai trus engga sholat tahajud?
hmmm… afwan saudaraku…harusnya Allah tetap diprioritaskan, bagaimanapun kondisinya…
makjleb…

Karena mikir2 kayak gitu… ane cari cara gimana nih biar bisa bangun nanti jam 2.30
Beker…pasti…tapi pengalaman sebelumnya beker juga engga cukup…

Diperlukan sebuah pemahaman tentang bagaimana human behaviour bekerja…widih… dalem cuy 😀

Menurut teori Psikoanalisis Freud, semua bagian otak manusia…selalu menghindari rasa sakit dan mencari kesenangan (avoiding pain and seeking pleasure)

Kenapa malam sebelumnya aku udah nyalain beker, bangun…tp trus engga langsung ambil wudhu?
Karena di dalam otakku… wudhu itu dingin(avoiding pain), sementara tidur sebentar di kasur anget itu nikmat (seeking pleasure)

Kenapa dulu… aku selalu susah untuk tidur cepat…akhirnya tidurnya lambat…bangunnya juga kesiangan?
Itu karena kalau tidur lambat…bisa nonton film dulu…masak ditengah2 film yg seru tidur? ya tunggu sampai selesai dong (seeking pleasure)
atau klo putus nonton di tengah jalan…penasaran…(avoid pain)
bisa juga karena beresin sesuatu yang menarik… ah tanggung nih…ntar aja deh…ntar… (seeking pleasure for the completion of the task)

Semua tindakan manusia, pada dasarnya selalu avoid pain and seeking pleasure…

Nah the trick of the mind… yg aku pake untuk mengubah arah tindakannya adalah… mengevaluasi…apa sih yang aku hubungkan kan dengan pain… dan apasih yang aku hubungkan kan dengan pleasure?

Biasanya tenaga untuk avoid pain, itu lebih besar daripada tenaga untuk seeking pleasure. Ini ada kaitannya dengan survival instinct manusia untuk mempertahankan eksistensinya.

Jadi yang aku lakukan dalam beberapa bulan terakhir adalah… menyambungkan pain kepada tindakan yang aku tahu tidak baik, tetapi tetap aku lakukan.

Contoh… waktu susah bangun pagi…
Inget banget waktu itu Ratu emoticon coach @lily olivia ngasih ultimatum… ini janji mau bangun pagi terus2an tp tiap report bangunnya siang terus…
Udah… sekarang… tiap telat bangun pagi, gak sholat subuh denda… mau denda berapa?
mmmm….50rb aku bilang…
kemurahan! kata dia dengan nada galak… 300rb yak!
Dengan muka asem, akhirnya aku menyanggupi…

Nah itu adalah contoh proses menyambungkan pain kepada bangun kesiangan…

Contoh yang lain adalah…
Pengen tidur cepat, biar bisa bangun cepat…

Wah mau tidur cepet ada film bagus…
Apa nih… pain yang bisa aku sambungkan dengan tindakan tidur larut malam?
Pain nya adalah…bangun kesiangan…ngasih contoh jelek ke istri/anak…berangkat kerja sempoyongan…tugas2 ga maksimal…bisnis berantakan…ga punya duit…sengsara selama2nya…

Muncul rasa males berangkat sholat subuh ke masjid… apa nih pain yang bisa aku link kan?
browsing2 di internet… apa sih kerugian tidak sholat subuh di masjid…
ooh…tidak mendapatkan keberkahan pagi…tidak mendapatkan cahaya sempurna pada saat kiamat…melewatkan kesempatan untuk pahala sholat subuh berjamaah = sholat subuh semalaman…
ooh ternyata ga punya ketenangan batin… ga bisa dzikir di rumah, soalnya hawanya ngantuk biasanya habis sholat subuh di rumah trus tidur…
klo tidur habis subuh…bangun sempoyongan…kepala pusing…pikiran ga tenang…pain pain pain…

Udah nyalain beker, pergi ke kamar mandi trus engga langsung ambil wudhu…
apa nih pain nya?
browsing2 dong… kerugian melewatkan sholat tahajud…
melewatkan kesempatan curhat sama Allah tentang berbagai kesulitan, kebingungan, masalah…
emang hidupmu udah ga punya kesulitan, kebingungan, masalah…Awan? kok ya sombong bener dikasih kesempatan ga dimanfaatkan…
Aku tambahi bingungmu lha… repot dewe kowe… 😀

Apakah efektif cara ini?

Klo ngeliat track recordnya sih pecah rekorku sendiri…
Rekorku sendiri lho ya… klo orang lain sepertinya sudah biasa…

Sebelumnya bangun siang…sekarang bisa bangun subuh…
Sebelumnya ga pernah tahajud, 11 hari lancar drop 3 hari… 22 hari lancar… drop sehari kemarin… sekarang reset lagi di day 1

Apakah ini efektif buat kamu?
Harus dicoba sendiri…biar tahu 🙂

Ini adalah pertanyaan2 yang biasa aku tanyakan pada diri sendiri…

Apa sih pain yang aku bisa sambungkan… ketika muncul dorongan untuk tidur larut malam
Apa sih pain yang bisa aku sambungkan… ketika muncul untuk melewatkan tahajud? untuk tidur lagi setelah subuh?
Apa sih pain yang bisa aku sambungkan… untuk tidak menghirup udara pagi setelah sholat subuh?
Apa efek negatifnya pada hidupku…apa resiko yang harus dibayar oleh orang2 di dekatku…orang2 yg aku sayangi…karena tindakan ini?
Gimana perasaanku…ketika nanti di akhirat… orang tuaku ditanya oleh Tuhan… “Bagaimana pertanggung jawabanmu dalam mendidik anak2mu? kok dia bisa jadi orang yang tidak bisa memprioritaskan Aku malah ngejar2 kenikmatan semu dunia?”
Jawaban apa yang aku akan berikan ketika di akhirat Tuhan bertanya… “Gimana kamu memberi contoh dan mendidik anak istrimu (mengingatkan suamimu), kok mereka bisa jadi orang yang seperti itu? ”

….

Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya

…..
Semoga kita semua bisa menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin
Semoga aku selalu diingatkan, bahwa tidak ada yang bisa dibanggakan…dari amal ibadah yang sekarang…karena jika ditimbang…pastinya amal buruk dan perbuatan menganiaya diri sendiri selama puluhan tahun ke belakang masih jauh lebih banyak dibandingkan ibadah yg dilakukan saat ini…
…..

Have a great day… May Allah always guide us…
Meet me again at 3.00 ok?
Awan

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 4 =