Askara note1 – Suara dan Diam

December 11, 2016
Awan Rimbawan

2016-12-10-kinan-with-turban
Hariiii iniiiii…..

Aku berkomitmen untuk terus menjaga kesadaranku.
Aku berkomitmen untuk mendengar baik2 rasa takutku, rasa amarah, rasa sedih, rasa kecewa, rasa iri, rasa cemburu, rasa egois…

Mendengarkan baik2 sehingga kemudian aku bisa menyadari.
Bahwa itu bukanlah aku.
Itu hanyalah suara di dalam pikiranku.

Aku bukanlah suara, akulah si pendengar.
Dan pendengar punya kekuatan untuk memilih dengan netral.
Memilih untuk mengikuti, atau tidak mengikuti.

Suara itu akan terus ada.
Datang dan pergi silih berganti.
Ketakutan dan keberanian.
Penilaian dan keikhlasan.
Keegoisan dan kesabaran.
Dan akulah kesadaran yang mendengarkan itu semua.
Dalam diam dan tenang terletak kekuatanku.

Sehingga aku akan tetap melakukan apa yang dituntun oleh diam dan tenang.
Meskipun pikiranku berteriak2 ketakutan.
Meskipun pikiranku berbisik licik.
Atau menyuarakan iri dan dengki.

Aku akan tetap memberikan cinta kasih, meskipun pikiranku menggaungkan keegoisan.
Aku akan membuka dan mengatakan kejujuran, meski pikiranku menyarankan untuk bersembunyi dan berbohong.

Karena aku menyadari bahwa pikiranku tdk akan pernah berhenti bersuara.
Sedangkan kesadaranku selalu mendengarkan dalam diam bersama Tuhan.

– awanrimbawan, tolcipularangkm42, 11dec2016

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 1 =